Perubahan iklim yang sedang terjadi di dunia memicu munculnya berbagai gerakan menjaga bumi dari berbagai pihak. Baik itu para aktivis, pemerintah, dan anak muda mulai memberikan perhatian mereka pada fenomena yang banyak terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berkomitmen untuk
meningkatkan kualitas taraf hidup dan pembangunan berkelanjutan melalui Sustainable
Development Goal’s (SDG’s) berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang memiliki hak-hak dasar
dengan manusia lainnya. Saat ini paradigma yang digunakan dalam pembangunan di Indonesia
perlahan mulai bergeser dan tidak lagi berfokus pada pertumbuhan ekonomi saja dan tidak lagi
didasarkan pada pertumbuhan sarana prasarana fisik, melainkan lebih cenderung kepada
pembangunan dan pengembangan kualitas sumber daya manusianya.
Salah satu kontributor terbesar terjadinya berbagai permasalahan lingkungan saat ini adalah adanya industrialisasi dan operasional bisnis yang tidak bertanggung jawab. Sementara itu, dampak yang dihasilkan menjadi dampak global yang dirasakan oleh semua pihak dari kalangan atas hingga bawah. Lalu, apa yang bisa dilakukan sebagai pemilik bisnis?
Beralih Ke Sustaianble Business
berkembanglah sebuah model bisnis berkelanjutan yang mengutamakan aspek lingkungan dan masyarakat sosial yang disebut sustainable business.
Alasan Sustainable Business Penting bagi Bisnis
- Konsep berkelanjutan ini menjadi sebuah keharusan bagi bisnis dan menjadi inti dari setiap strategi dan operasi yang dilakukan oleh perusahaan. Berikut beberapa alasan mengapa konsep ini penting dilakukan:
- Saat ini, karyawan lebih berfokus pada perusahaan yang memiliki misi dan tujuan untuk peduli pada keberlangsungan bumi.
- Sebanyak 80% konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang bernilai ramah lingkungan dan aspek itu menjadi hal yang penting.
- Pemerintah, investor, karyawan, dan pelanggan menuntut tingkat akuntabilitas perusahaan, terutama dalam mengatasi perubahan iklim.
- Negara dengan ekonomi tinggi mulai mengembangkan berbagai persyaratan bagi perusahaan terkait dampak lingkungan dan penurunan emisi gas rumah kaca.
- Model bisnis yang berdasarkan environment, social, government (ESG) menjadi lebih menarik bagi sejumlah investor yang telah sadar akan bisnis berkelanjutan. Berdasarkan penelitian, investasi dalam aset ESG diprediksi mencapai US$ 53 triliun pada tahun 2025 atau sebesar sepertiga aset global.
Pelaku bisnis yang menerapkan berkelanjutan akan dengan mudah memenangkan pelanggan, meningkatkan loyalitas merek,dan menurunkan biaya dalam jangka panjang.
Bisnis berkelanjutan akan menjadi megatrend yang akan memengaruhi daya saing perusahaan dan eksistensi bisnis dalam industri dan pasar. Praktik yang bisa dilakukan cukup banyak, mulai dari pengurangan emisi karbon, penggunaan produk daur ulang, pengelolaan limbah, efisiensi sumber daya alam, dan mempertahankan kekayaan alam.
Pelaku bisnis sebagai entitas besar dalam sistem masyarakat perlu memberikan kontribusi besar dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
