Artikel

Inovasi Sosial sebagai Kriteria Penilaian PROPER Emas

Diposting oleh : : - Waktu Baca 8 menit
Inovasi Sosial sebagai Kriteria Penilaian PROPER Emas

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang lebih berdampak bagi masyarakat, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menetapkan inovasi sosial sebagai kriteria penilaian penting dalam PROPER Emas sebagaimana tertera dalam regulasi terbaru PermenLH No. 7 Tahun 2025. Tujuannya adalah untuk mendorong perusahaan agar menyusun program sosial yang lebih kreatif, efektif, dan berkelanjutan dibandingkan dengan program sosial lainnya seperti CSR dan Community Development.

Untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam PROPER Emas, perusahaan wajib mengetahui pentingnya inovasi sosial yang dapat mempengaruhi keputusan strategis.

Memahami Inovasi Sosial dalam PROPER

Dalam PROPER,  inovasi sosial diartikan sebagai suatu pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan unsur kebaruan yang berfokus terhadap permasalahan ataupun untuk memenuhi kebutuhan sosial secara mendalam.

Selain itu, inovasi ini berperan dalam meningkatkan kapasitas individu maupun kelompok, memperkuat relasi sosial, serta mengoptimalkan pemanfaatan aset dan sumber daya yang tersedia. Prosesnya mencakup alih pengetahuan atau penguatan kompetensi inti, serta dikembangkan berdasarkan hasil kajian dampak daur hidup atau sebagai respons terhadap kondisi kebencanaan.

Mengapa Inovasi Sosial Penting dalam PROPER?

Inovasi sosial merupakan suatu inisiatif keberlanjutan yang memiliki nilai lebih untuk meningkatkan efektivitas program sosial perusahaan. Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mendorong inovasi sosial sebagai kriteria penilaian dalam PROPER Emas. 

Kebijakan ini tentunya memiliki tujuan strategis guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sehingga inovasi sosial penting dalam PROPER karena beberapa alasan sebagai berikut:

1). Indikator Beyond Compliance bagi Perusahaan

Skema penilaian PROPER tidak hanya sebatas kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, namun cakupannya diperluas untuk lebih aktif berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan yang bernilai tambah bagi masyarakat. Di sinilah peran inovasi sosial sebagai pembeda bagi perusahaan yang sekadar taat dengan yang berkelanjutan dan progresif.

2). Mendorong Pemberdayaan dan Kemandirian Masyarakat

Program ini dirancang dengan unsur kebaruan untuk meningkatkan efektivitas dari program-program sosial lainnya, sehingga inovasi sosial harus mampu meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan kohesi sosial masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan (KLH, 2021).

3). Memberikan Dampak Nyata dan Terukur

Keberhasilan inovasi sosial diukur melalui metode Social Return on Investment (SROI) berbasis data kuantitatif untuk mengukur dampak nyata dari program tersebut yang menghasilkan nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan yang terukur. Jadi program yang dirancang tidak hanya sekadar aktivitas sosial semata.

4). Meningkatkan hubungan perusahaan dengan stakeholder

Keterlibatan aktif masyarakat serta stakeholder menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan program ini, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Melalui program inovasi sosial hubungan antara perusahaan dan stakeholder akan tetap terjaga guna menghindari konflik sosial yang timbul.

5). Transformasi Bisnis yang Berkelanjutan

Pengembangan regulasi dalam mekanisme penilaian PROPER Emas terutama pada kriteria inovasi sosial, menandakan bahwa program ini adalah wujud transformasi menuju praktik bisnis yang berkelanjutan. Kini, kinerja lingkungan perusahaan difokuskan terhadap sosial-lingkungan.

Baca juga: Membangun Sistem Manajemen Lingkungan Perusahaan

Karakteristik Inovasi Sosial yang Dinilai dalam PROPER Emas

Pelaksanaan program inovasi sosial harus berlandaskan pada kriteria penilaian PROPER, terutama bagi predikat PROPER Emas. Hal ini menjadi acuan bagi perusahaan agar program yang dijalankan lebih terstruktur dan berdampak nyata bagi masyarakat. Sebagaimana kriteria penilaian tersebut dimuat dalam PermenLH No. 7 Tahun 2025 dengan rincian sebagai berikut:

  1. Menjawab kebutuhan kelompok rentan, termasuk lansia, perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, serta kelompok yang menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber daya.
  2. Menciptakan perubahan sistematik dengan memperkuat aspek sosial, pengetahuan, ekonomi, dan infrastruktur komunitas.
  3. Menghadirkan nilai kebaruan dan relevansi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. 
  4. Efektivitas inovasi sosial yang berkelanjutan serta melahirkan agen perubahan di tingkat lokal.
  5. Meningkatkan kapabilitas individu, kelompok, sekaligus memperkuat kohesi sosial antar pemangku kepentingan. 
  6. Membawa core competency perusahaan ke dalam program pemberdayaan untuk menghasilkan dampak yang lebih optimal dan berkelanjutan. 
  7. Keterkaitan LCA dengan inovasi sosial dalam pengembangan program untuk mendukung pengurangan dampak lingkungan.
  8. Memiliki unsur sensitivitas terhadap bencana dan perubahan iklim melalui langkah adaptasi serta mitigasi yang terencana.

Strategi Membangun Inovasi Sosial yang Berkelanjutan

Perencanaan serta evaluasi mendalam merupakan langkah strategis untuk memperoleh program inovasi sosial yang efektif dan berkelanjutan. Untuk itu diperlukan adanya strategi yang sesuai dengan target program inovasi sosial yang akan dijalankan. Berikut ini beberapa strategi yang dapat diterapkan:

  1. Melakukan pemetaan sosial secara partisipatif untuk memperoleh data yang akurat mengenai kebutuhan prioritas masyarakat serta masalah sosial yang sedang dihadapi.
  2. Melibatkan masyarakat, komunitas, akademisi, dan pemerintah daerah setempat secara langsung untuk menciptakan sistem yang kolaboratif dalam pelaksanaan program.
  3. Tentukan target untuk memberikan manfaat program secara berkelanjutan dengan fokus pada transfer pengetahuan untuk membangun kemandirian masyarakat.
  4. Lakukan evaluasi program secara berkala untuk mengukur outcome yang dihasilkan serta impact jangka panjang bagi masyarakat dari segi sosial-ekonomi dengan menggunakan pendekatan SROI (Social Return on Investment).

Wujudkan Inovasi Sosial yang Berdampak Nyata

Inovasi sosial bukan hanya sekadar program pemberdayaan masyarakat bagi perusahaan, melainkan suatu bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan praktik bisnis yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun masyarakat. 

Selain memahami perencanaan dan evaluasi secara strategis, untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal dibutuhkan pemahaman secara teknikal sehingga penilaian untuk memperoleh predikat PROPER Emas sesuai dengan target perusahaan.

Bumi Nagara Konsultama Indonesia sebagai mitra strategis, mampu mendampingi perusahaan secara end-to-end dalam pelaksanaan program inovasi sosial sesuai dengan kriteria penilaian PROPER Emas terbaru.

Konsultasikan sekarang, berdampak kemudian. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Terkait

One reply on “Inovasi Sosial sebagai Kriteria Penilaian PROPER Emas”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Home Konsultasi Gratis Follow